DETEKSI DINI PEMBESARAN UTERUS YANG TIDAK SESUAI UMUR KEHAMILAN OLIGOHIDRAMIN / POLIHIDRAMNION / KEHAMILAN MOLA
Pengertian Oligohidramnion
Oligohidramnion adalah
suatu keadaandimana air ketuban kurang dari normal, yaitu kurang dari dari
normal, yaitu kurang dari 500 cc. Cairan ketuban atau cairan amnion adalah
cairan yang memenuhi rahim. Cairan ini ditampung didalam kantung amnion yang
disebut kantung ketuban atau kantung janin. Cairan ketuban diproduksi oleh buah
kehamilan, yaitu sel-sel trofoblas, kemudian akan bertambah dengan produksi
cairan janin, yaitu air seni janin. Sejak usia kehamilan 12 minggu, janin mulai
minum air ketuban dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk air seni. Jadi ada
pola berbentuk lingkaran atau siklus yang berulang.Cairan amnion biasanya
diproduksi oleh janin maupun ibu, dan keduanya memiliki perantersendiri pada
setiap usia kehamilan. Pada kehamilan awal, cairan amnion sebagian besar
diproduksi oleh sekresi epitel selaput amnion. Dengan bertambahnya usia
kehamilan, produksi cairan amnion di dominasi oleh kulit janin dengan cara
difusi membran.
Pada kehamilan 20
minggu, saat kulit janin mulai kehilangan permeabilitas, ginjal janin mengambil
alih peran tersebut dalam memproduksi cairan amnion. Pada kehamilan aterm,
sekitar 500 ml per hari cairan amnion di sekresikan dari urin janin dan 200 ml
berasal dari cairan trakea. Pada penelitian dengan menggunakan radioisotop,
terjadi pertukaran sekitar 500 ml per jam antara plasma ibu dan cairan amnion
pada kondisi terdapat gangguan pada ginjal janin, seperti agenesis ginjal, akan
menyebabkan oligohidramnion. Normal volume cairan amnion bertambah dari 50 ml
pada saat usia kehamilan 12 minggu sampai 400 ml pada pertengahan gestasi dan
1000 – 1500 ml pada saat aterm. Pada
kehamilan postterm jumlah cairan amnion hanya 100 sampai 200 ml atau
kurang.Menurut Lehn, jumlah air ketuban yang normal pada primigravida adalah 1
liter, pada multigravida sebanyak 1,5 liter, dan sebanyak – banyaknya yang masih dalam batas normal
adalah 2 liter.
2.2 Etiologi Oligohidramnion
Etiologi yang pasti belum jelas, tetapi
disangka ada kaitannya dengan renal agenosis janin.Etiologi primer lainnya
mungkin oleh karena amnion kurang baik pertumbuhannya dan etiologi sekunder
lainnya, misalnya pada ketuban pecah dini
Penyebab sekunder
biasanya dikaitkan dengan :
- Pecahnya membran
ketuban
- Penurunan fungsi
ginjal atau terjadinya kelinan ginjal bawaan pada janin sehingga produksiurin
janin berkurang, padahal urin janin termasuk salah satu sumber terbentuknya air
ketuban
- Kehamilan post-term
sehingga terjadinya penurunan fungsi plasenta.
- Gangguan pertumbuhan
janin
- Penyakit yang
diderita ibu seperti Hipertensi, Dibetes mellitus, gangguan pembekuan
darah,serta adanya penyakit autoimmune seperti Lupus.
Penyebab oligohidramnion tidak dapat dipahami
sepenuhnya. Mayoritas wanita hamil yang mengalami tidak tau pasti apa
penyebabnya. Penyebab oligohidramnion yang telah terdeteksi adalah cacat bawaan
janin dan bocornya kantung / membran cairan ketuban yang mengelilingi
janindalam rahim. Sekitar 7% bayi dari wanita yang mengalami oligohidramnion
mengalami cacat bawaan, seperti gangguan ginjal dan saluran kemih karena jumlah
urin yang diproduksi janin berkurang.Masalah kesehatan lain yang juga telah
dihubungkan dengan oligohidramnion adalahtekanan darah tinggi, diabetes, SLE,
dan masalah padaplasenta. Serangkaian pengobatan yangdilakukan untuk menangani tekanan
darah tinggi, yang dikenal dengan nama angiotensin-converting enxyme inhibitor
(miscaptopril), dapat merusak ginjal janin dan menyebabkanoligohidramnion parah
dan kematian janin. Wanita yang memiliki penyakit tekanan darah tinggiyang
kronis seharusnya berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahli kesehatan
sebelummerencanakan kehamilan untuk memastikan bahwa tekanan darah mereka tetap
terawasi baikdan pengobatan yang mereka lalui adalah aman selama kehamilan
mereka.Jika dilihat dari segi Fetal, penyebabnya bisa karena :
- Kelainan Kromosom
- Cacat Kongenital
- Hambatan pertumbuhan
janin dalam rahim
- Kehamilan postterm
- Premature ROM
(Rupture of amniotic membranes)
Jika dilihat dari sisi
Maternal, penyebabnya :
- Dehidrasi
- Insufisiensi
uteroplasental
- Hipertensi /
Preeklamsia
- Diabetes Mellitus
- Hypoxia kronisInduksi
Obat :
- Seperti obat
antihipertensiPada kehamilan lewat bulan, kekurangan air ketuban juga sering
terjadi karena ukurantubuh janin semakin besar. Oligohydramnion dapat terjadi
di masa kehamilan trimester pertamaatau pertengahan usia kehamilan cenderung
berakibat serius dibandingkan jika terjadi di masakehamilan trimester terakhir.
2.3 tanda dan Gejala
Oligohidramnian
Beberapa gejala
oligohidramnion yang bisa dialami oleh ibu hamil adalah sebagai berikut:
-Tinggi fundus uteri
lebih rendah dari usia kehamilan (perut lebih kecil).
-Bunyi detak jantung
janin mulai terdengar sejak bulan ke-5.
-Ibu merasakan nyeri
ketika janin bergerak.
Selain melalui USG,
kondisi oligohidramnion ini juga bisa terdeteksi dengan melakukan pemeriksaan
amnioskopi. Ini adalah pemeriksaan air ketuban yang dilakukan dengan
menggunakan alat bernama amnioskope (alat bening seperti kaca) yang dimasukkan
melalui jalan lahir.
2.4 komplikasi
Oligohidramnion
a. Dari sudut maternal
Komplikasi oligohidramnion pada maternal praktis tidak ada, kecuali akibat
Persalinannya oleh karena :
- Sebagian
persalinannya dilakukan dengan induksi
- Persalinan dilakukan
dengan SC Dengan demikian komplikasi maternal adalah trias komplikasi
persalinan dengan tindakan
b.Komplikasi terhadap
janin Oligohidramnion menyebabkan tekanan langsung pada janin:
- Deformitas janin
- Leher telalu menekuk
miring
- Bentuk tulang kepala
janin tidak bulat
- Deformitas
ekstremitas
- Talipes kaki
terpelintir keluar
- Kompresi tali pusat
langsung sehingga dapat menimbulkan fetal distress.
- Fetal distres
menyebabkan makin terangsangnya nervus vagus dengan dikeluarkannya mekonium
semakin mengentalkan air ketuban.
- Oligohidramnion makin
menekan dada sehingga saat lahir terjadi kesulitan bernafas, karena paru
mengalami hipoplasia sampai atelektase paru.
- Sirkulus yang sulit
diatasi ini akhirnya menyebabkan kematian janin intrauteri.
- Amniotic band Karena
sediktnya air ketuban, dapat menyebabkan terjadi hubungan langsungantara
membrane dengan janin sehingga dapat menimbulkan gangguan tumbuh kembang
janinintrauteri. Dapat dijumpai ekstremitas terputus oleh karena hubungan atau
ikatan denganmembrannya.
2.5 Pencegahan
Oligohidramnion
TepatKondisi
oligohidramnion bergantung pada kondisi bayi, usia kehamilan, dan ada tidaknya
komplikasi selama kehamilan. Yang bisa dilakukan sebagai pengobatan pada usia
kehamilan belum cukup bulan di antaranya:
- Banyak istirahat di
tempat tidur.
- Memperbanyak konsumsi
cairan.
- Perbaikan pola diet
agar nutrisi tercukupi.
- Pemantauan pergerakan
dan volume air ketuban dengan USG.
Namun, apabila kondisi
oligohidramnion terjadi pada usia kandungan 38-41 minggu (kehamilan aterm),
maka yang bisa dilakukan adalah dengan mempercepat proses persalinan. Hal ini
bisa dilakukan dengan induksi persalinan atau operasi caesar, sehingga
meminimalisir komplikasi. Dan yang terpenting, segera periksakan kehamilan Anda
jika janin terasa tidak begitu aktif seperti biasa selama kehamilan.
3.1 Pengertian
Polihidramnion
Polihidramnion adalah Suatu keadaan
dimana jumlah air ketuban jauh lebih banyak dari normal, biasanya lebih dari 2
liter (Amriewibowo, 2010).
Hidramnion adalah suatu jumlah cairan
amnion yang berlebihan (lebih dari 2000 ml). Normal volume cairan amnion
meningkat secara bertahap selama kehamilan dan mencapai puncaknya kira-kira
1000 ml antara 34 sampai 36 minggu (Admin,
2011).
Klasifikasi
- Polihidramnion kronis
Pertambahan air ketuban
terjadi secara perlahan-lahan dalam beberapa minggu atau bulan,dan biasanya terjadi pada kehamilan lanjut
- Polihidramnion Akut
Terjadi
pertambahan air ketuban yang sangat tiba-tiba dan cepat dalam waktu beberapa
hari saja. Biasanya terjadi pada kehamilan muda pada bulan ke-4 atau ke-5
(Amriewibowo, 2010).
3.2 Etiologi
Polihidramnion
Polihidramnion termasuk
kondisi yang jarang dialami oleh ibu hamil. Biasanya, kondisi ini terjadi pada
saat trimester ketiga. Namun, polihidramnion juga dapat terjadi sejak trimester
kedua masa kehamilan. Pada kondisi normal, volume air ketuban akan meningkat
secara perlahan sejak awal kehamilan hingga mencapai jumlah maksimal (sekitar
800 ml–1 liter) pada minggu ke-34 hingga ke-36. Setelah itu, air ketuban akan
berkurang secara perlahan ketika mendekati waktu persalinan.
Volume air ketuban
tetap stabil karena janin menelan dan mengeluarkannya kembali sebagai urine.
Sementara, pada polihidramnion, keseimbangan air ketuban di dalam rahim
terganggu. Gangguan keseimbangan air ketuban ini bisa terjadi akibat sejumlah
faktor, yaitu:
- Cacat lahir pada
janin yang memengaruhi kemampuannya menelan air ketuban, misalnya kelainan pada
saluran pencernaan atau sistem saraf pusat janin, dan gangguan kendali otot
janin
- Anemia pada janin
- Diabetes pada ibu,
baik diabetes gestasional maupun diabetes yang sudah ada sebelum hamil
- Infeksi pada janin
selama masa kehamilan, seperti toksoplasma atau rubella
- Penumpukan cairan
pada salah satu bagian tubuh janin (hydrops fetalis)
- Masalah pada plasenta
- Gangguan pada detak
jantung bayi
- Twin to twin
transfusion syndrome (TTTS) yang menyebabkan salah satu janin menerima terlalu
banyak darah dari plasenta sehingga cairan yang dikeluarkan janin tersebut
melalui urine bertambah dan meningkatkan volume air ketuban
- Kondisi kromosom atau
genetik yang abnormal, seperti sindrom Down, sindrom Edward, achondroplasia,
dan sindrom Beckwith Wiedemann
- Ketidaksesuaian darah
antara ibu dan janin
3.3 Tanda dan Gejala
Polihidramnion
Polihidramnion yang
ringan dan berkembang secara bertahap bisa saja tidak menimbulkan gejala yang
signifikan. Namun, pada beberapa kasus, volume air ketuban dapat meningkat
dengan sangat cepat hingga lebih dari 2 liter. Sedangkan polihidramnion yang
berat dapat menyebabkan rahim meregang secara berlebihan sehingga mendesak
organ di sekitarnya. Keluhan yang biasanya muncul antara lain:
- Berat badan ibu naik
lebih banyak dari perkiraan
- Sulit bernapas atau
napas menjadi tersengal-sengal
- Nyeri ulu hati
- Gangguan pencernaan,
seperti sembelit
- Buang air kecil
berkurang
- Bengkak di tungkai
bawah dan kemaluan yang dapat disertai dengan varises
- Sulit merasakan
gerakan janin dan djj sukar untuk di dengar
- Pada saat di periksa
perut tampak menegang dan mengkilap
3.4 Komplikasi
Polihidramnion
Komplikasi kehamilan
dan persalinan yang dapat timbul akibat polihidromnion, berupa:
- Kelahiran prematur
- Bayi tumbuh terlalu
besar
- Ketuban pecah lebih
awal
- Solusio plasenta
- Tali pusar yang
keluar mendahului bayi saat persalinan
- Kematian janin dalam
kandungan
- Perdarahan post
partum
3.5 Pencegahan
Polihidramnion
Polihidramnion sulit
untuk dicegah. Namun, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi
risiko terjadinya kondisi ini, yaitu:
- Tidak merokok
- Mengonsumsi makanan
bergizi, yang meliputi buah, sayur, produk susu rendah lemak, daging tanpa
lemak, dan kacang-kacangan
- Mengonsumsi vitamin
prenatal, seperti asam folat, sesuai anjuran dokter
- Mengendalikan kondisi
atau penyakit yang diderita, misalnya diabetes
4.1 Pengertian Kehamilan Mola
Mola hydatidosa atau
hamil anggur adalah pembentukan ari-ari (plasenta) yang abnormal saat
kehamilan. Hamil anggur tergolong komplikasi kehamilan yang jarang terjadi.
Plasenta atau ari-ari yang terbentuk pada penderita hamil anggur tidak normal
dan terbentuk seperti sekumpulan anggur. Sering kali janin sama sekali tidak
terbentuk, hanya jaringan plasenta yang abnormal.
Hamil anggur sulit
terdeteksi pada awal kehamilan, karena pada awalnya mirip dengan kehamilan
normal. Hamil anggur akan terdeteksi oleh dokter kandungan saat pemeriksaan
rutin kehamilan. Seseorang yang pernah mengalami hamil anggur akan lebih
berisiko mengalami hamil anggur kembali di kemudian hari.
4.2 Etiologi Kehamilan
Mola
Hamil anggur (mola
hydatidosa) terjadi karena awal proses pembuahan yang tidak normal. Bisa karena
sperma yang membuahi sel telur kosong atau terdapat 2 sperma yang membuahi satu
sel telur. Pada kondisi sel sperma yang membuahi sel telur kosong disebut
dengan hamil anggur lengkap. Pada hamil anggur lengkap, sel terbentuk hanya
dari gen ayah sehingga janin tidak terbentuk. Namun, plasenta atau ari-ari
tetap tumbuh dan tumbuh menjadi tidak normal.
Pada kondisi 2 sel
sperma yang membuahi 1 sel telur disebut dengan hamil anggur sebagian. Pada
kondisi ini terdapat tambahan genetik dari ayah, sehingga hasil pembuahan tidak
bisa bertahan lama atau mati dalam beberapa minggu.
4.3 Tanda dan Gejala
Kehamilan Mola
Tanda-tanda hamil
anggur awalnya sama dengan kehamilan normal. Namun seiring pertambahan usia
kehamilan, hamil anggur (mola hydatidosa) bisa ditandai dengan gejala khusus,
seperti:
- Perdarahan pada
trimester pertama. Terkadang perdarahan ini bisa mirip dengan perdarahan
implantasi.
- Mual dan muntah yang
sangat parah.
- Perut terlihat membesar
melebihi usia kehamilan.
- Keluarnya cairan
berwana kecoklatan atau gumpalan-gumpalan seperti anggur dari dalam vagina.
- Nyeri panggul.
4.4 Komplikasi
Kehamilan Mola
Ada beberapa komplikasi
yang dapat timbul setelah mengalami hamil anggur (mola hydatidosa), antara
lain:
- Gestational
trophoblastic neoplasia
Komplikasi ini lebih
banyak terjadi pada penderita hamil anggur lengkap, yang ditandai dengan HCG
yang tetap tinggi setelah kuret. Gestational trophoblastic neoplasia terjadi
ketika sel abnormal masuk ke bagian tengah dinding rahim.
- Choricarcinoma
Choriocarcinoma
merupakan bentuk kanker dari gestational trophoblastic neoplasia. Meski jarang
terjadi, kanker ini lebih sering dialami penderita hamil anggur lengkap.
- Mengalami hamil
anggur kembali
Penderita hamil anggur
berisiko mengalami hamil anggur kembali pada kehamilan berikutnya. Risiko ini
lebih tinggi jika dialami penderita yang sudah mengalami beberapa kali hamil
anggur atau mereka yang pernah keguguran.
4.5 Pencegahan
Kehamilan Mola
Hamil anggur terjadi
karena kesalahan gen dalam proses pembuahan. Oleh karena itu, kondisi ini sulit
dicegah. Kendati demikian, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan pada
penderita hamil anggur untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal serupa di
kehamilan selanjutnya.
Salah satu upaya untuk
mengurangi risiko kembali mengalami hamil anggur (mola hydatidosa) adalah
menunda kehamilan, setidaknya setahun setelah kuret. Untuk mencegah kehamilan,
gunakan alat kontrasepsi. Semua alat kontrasepsi dapat digunakan, kecuali KB
spiral. Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan perlu dilakukan jika hamil
kembali setelah hamil anggur, untuk memastikan pertumbuhan plasenta dan janin
berlangsung normal.

Komentar
Posting Komentar