DETEKSI DINI KELAINAN LETAK/MALPRESENTASI PADA MASA KEHAMILAN ATERM
A.PEMBAHASAN
Malpresentasi adalah kondisi di mana bagian anatomi janin
yang masuk terlebih dahulu ke pelvic inlet adalah
bagian lain selain vertex. Pada kondisi normal, presentasi janin yang ditemukan
adalah presentasi vertex.Vertex merupakan bagian kepala janin yang terletak di
antara fontanel anterior dan fontanel posterior. Presentasi lain selain vertex
seperti presentasi bokong (sungsang), transverse, muka,
dahi, atau compound disebut sebagai
malpresentasi. Dari kelima jenis malpresentasi tersebut, presentasi bokong
adalah yang paling sering ditemui.
Penyebab malpresentasi janin adalah faktor-faktor yang
meningkatkan atau menurunkan pergerakan janin, serta faktor-faktor yang
mempengaruhi polaritas vertikal rongga uterus.Faktor-faktor tersebut dapat
berasal dari sisi maternal seperti adanya plasenta previa atau fibroid, dan bisa juga berasal dari janin seperti
adanya hidrosefalus atau anensefalus.
Diagnosis malpresentasi janin dapat ditegakkan melalui
pemeriksaan Leopold atau melalui pemeriksaan vagina dengan jari (digital vaginal examination) untuk meraba
anatomi janin yang muncul ketika sudah terjadi dilatasi serviks.Konfirmasi
diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan ultrasound.
Penatalaksanaan yang dilakukan untuk kasus malpresentasi
disesuaikan dengan jenis malpresentasi yang dialami.Pada beberapa kasus, dapat
dilakukan persalinan per vaginam baik yang didahului atau tidak didahului
tindakan external cephalic version (ECV).
Namun, pada malpresentasi dengan penyulit atau dengan kontraindikasi persalinan
per vaginam, tindakan sectio caesarea lebih
direkomendasikan
kelainan letak sering terjadi. Pada kondisi umur kehamilan yang belum cukup bulan kelainan letak sering terjadi karena berat kepala lebih kecil dari berat badan bagia bawahKhoirunnisa,). Kelainan letak juga dilaporkan pada beberapa kasus partus lama sehingga dapat meningkatkan risiko kesakitan dan trauma pada ibu bersalin .Walaupun persentase kejadian kelainan letak hanya 2.5-3% namun jika tidak dilakukan pendeteksian sejak dini akan menimbulkan masalah yang sifatnya patologi. Pengelolaan dan asuhan kehamilan melalui kunjungan antenatal yang teratur pada ibu hamil sangat penting dilakukan.Bidan dan Dokter Spesialis Kandungan memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan deteksi ini.Bidan melalui teknik palpasi Leopold I dan III dapat memperkirakan kelainan letak dan dapat dibandingkan melalui hasil USG (ultra sonografi) yang dilakukan oleh dokter.Makadari itu ibu hamil perlu melakukan deteksi dini dan pemeriksaan USG teruatam memasuki umur kehamilan 22 minggu ke atas. Budaya yang berkembang di masyarakat bahwa jika anak pertama dnegna posisi kepala dibawah maka anak kedua dan seterusnya dipastikan memiliki posisi yang sama tidak bisa
Letak pada masa kehamilan aterm/kehamilan normal
Letak sungsang
a.
Pengertian
Persalinan
letak sungsang adalah persalinan pada bayi dengan presentasi bokong
(sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu
badan ibu, kepala berada pada fundus uteri, sedangkan bokong merupakan bagian
terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuaba, 1988).
Pada letak kepala, kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu, sedangkan pesalinan letak sungsang justru kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat, sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit, setelah badan bayi lahir.Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar
Ada tiga jenis posisi bayi sungsang, yaitu presentasi bokong (frank breech), presentasi bokong-kaki (complete breech), dan presentasi kaki (footling breech). Berikut adalah penjelasannya:
-Frank breech adalah sungsang dengan posisi bokong bayi mendekati jalan lahir. Kondisi tungkai bayi sejajar dengan badan dan kaki terletak dekat kepala.
-Complete breech adalah sungsang dengan posisi
bokong dan kedua kaki bayi menghadap ke jalan lahir dengan lutut tertekuk
(seperti posisi memeluk lutut).
-Footling breech adalah sungsang dengan posisi salah
satu kaki bayi terletak di bawah bokong. Saat proses persalinan, kaki inilah
yang lebih dulu keluar sebelum tubuh bayi.
b.
Etiologi
Penyebab letak sungsang dapat berasal dari (Manuaba,
2010):
1) Faktor ibu
a) Keadaan rahim
Rahim arkuatus
Septum pada rahim
Uterus dupleks
Mioma bersama kehamilan
b) Keadaan plasenta
Plasenta letak rendah
Plasena previa
c) Keadaan jalan lahir
Kesempitan panggul
Deformitas tulang panggul
Terdapat tumor menghalangi jalan lahir dan
perputaran ke posisi
Kepala
2) Faktor Janin
Pada janin terdapat berbagai keadaan yang
menyebabkan letak sungsang:
Tali pusat pendek atau lilitan tali pusat
Hirdosefalus atau anensefalus
Kehamilan kembar
Hirdramnion atau oligohidramnion
Prematuritas
c.
Tanda dan Gejala
Pemeriksaan abdominal
Letaknya adalah memanjang.
Di atas panggul terasa massa lunak dan tidak
terasa seperti kepala.
Pada funfus uteri teraba kepala. Kepala lebih
keras dan lebih bulat dari pada bokong dan kadang-kadang dapat dipantulkan
(Ballotement)
Auskultasi
Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan sedikit lebih tinggi dari umbilikus (Sarwono Prawirohardjo, 2007 : 609). Auskultasi denyut jantung janin
dapat terdengar diatas umbilikus jika bokong janin
belum masuk pintu atas panggul. Apabila bokong sudah masuk pintu atas panggul,
denyut jantung janin biasanya terdengar di lokasi yang lebih rendah (Debbie
Holmes dan Philip N.Baker, 2011).
Pemeriksaan dalam
Teraba 3 tonjolan tulang yaitu tuber ossis ischii
dan ujung os sakrum
Pada bagian di antara 3 tonjolan tulang tersebut
dapat diraba anus.
Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum
tertarik ke bawah dan teraba oleh jari-jari pemeriksa, sehingga dapat
dikelirukan dengan kepala oleh karena tulang yang keras.
D.KOMPLIKASI DIMASA KEHAMILAN ATERM
1Hiperemesis gravidarum adalah komplikasi kehamilan yang sering terjadi di fase trimester pertama dan ditandai dengan muntah-muntah parah.Bahkan sampai dapat menyebabkan dehidrasi dan muntah darah jika tidak segera diobati.
Kondisi
ini berbeda denganmorning sickness atau mual muntah sebagai tanda hamil muda yang biasanya terjadi saat hamil 1 bulan dan berhenti pada hamil 3 bulan.
Namun, mual dan muntah karena hipe
remesis
gravidarum tetap terjadi di akhir trimester pertama, bahkan makin memuncak di minggu ke-20 dan terus berlanjut sepanjang
kehamilan.
2. Infeksi saluran kencing (ISK)
Bila ibu hamil menahan buang air kecil, Anda berisiko tinggi terkena infeksi saluran kencing atau ISK.
Ibu
hamil rentan kena ISK karena hormon kehamilan mengubah jaringan saluran kencing
dan membuat Anda lebih rentan untuk terkena infeksi.
ISK
disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih dan kandung
kemih.Jika tidak segera diatasi, ISK pada ibu hamil bisa membahayakan.
Beberapa
di antaranya seperti infeksi ginjal dan menyebabkan bayi lahir prematur.Ini
adalah salah satu jenis penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi
kehamilan.
Gejala
ISK pada ibu hamil yang paling sering dirasakan yaitu sakit saat buang air
kecil, sakit punggung, demam, sampai urine berbau disertai warna keruh.
3. Hamil ektopik
Kondisi komplikasi kehamilan berikutnya adalah kehamilan ektopik.
Hal
ini terjadi ketika sel telur yang berhasil dibuahi malah tertanam di luar rahim.Itu
sebabnya kehamilan ektopik juga sering disebut sebagai “hamil di luar
kandungan”.
Meski
memiliki kondisi ini, Anda juga masih tetap mungkin mengalami beberapa gejala
kehamilan normal, seperti payudara yang sakit, kelelahan, dan mual.
Jika
Anda menggunakan test pack pun mungkin mendapatkan hasil yang positif.
Tanda
dan gejala dari komplikasi kehamilan ini bermacam-macam, dan berbeda di setiap
wanita.Akan tetapi, gejala hamil ektopik yang paling umum adalah perdarahan
pada vagina, mual dan muntah, nyeri pada perut bagian bawah.
Namun,
banyak wanita tidak memiliki gejala hamil ektopik sama sekali. Maka, jika Anda
merasa adanya kejanggalan selama kehamilan sebaiknya segera konsultasikan ke
dokter.
4. Keguguran
Perdarahan vagina berupa 1-2 tetes flek darah merah muda biasanya pertanda proses implantasi embrio ke dinding rahim.
Namun,
hati-hati jika volume darahnya banyak, berwarna merah terang layaknya darah
segar, dan berlangsung lama. Ini dapat menjadi pertanda keguguran.Ini adalah salah satu jenis
penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi kehamilan.
Keguguran dini (early miscarriage)
adalah komplikasi kehamilan yang sering terjadi di kehamilan trimester pertama.
Gejala
keguguran yang paling umum ditemukan adalah bercak darah dari vagina dengan
intensitas ringan sampai berat.Bahkan bisa ditemukan jaringan atau gumpalan
dari darah yang dikeluarkan.
5. Anemia
Anemia adalah penyakit darah rendah yang cukup umum terjadi pada ibu hamil dan biasanya terjadi di trimester kedua kehamilan.Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah Anda lebih sedikit dari normalnya.
Wanita
adalah kelompok orang yang rentan mengalami anemia.
Di
masa kehamilan, kebutuhan pasokan darah bertambah dua kali lipat sehingga
risiko mengalami anemia jadi lebih tinggi karena harus lebih banyak menyuplai
darah ke janin.
Anemia
bisa menimbulkan gejala seperti badan terasa lemas atau cepat lelah, pusing,
napas pendek, jantung berdebar, sampai tangan dan kaki terasa dingin.
Komplikasi
kehamilan seperti penyakit darah rendah pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh
kekurangan zat besi dan folat.
Maka
dari itu, Anda akan disarankan untuk menaikkan jumlah asupan makanan tinggi zat
besi dan asam folat selama masa kehamilan hamil.
Anda
bisa mendapatkannya dari kacang-kacangan, biji-bijian, telur yang dimasak
matang, dan sayuran.
E.PENCEGAHAN
1. Melakukan Prosedur External Cephalic Version
(ECV) Mungkin Bunda jarang mendengar prosedur external cephalic version (ECV),
karena memang sebenarnya prosedur ini jarang sekali dilakukan. External
Cephalic Version (ECV) atau versi luar merupakan tindakan memanipulasi perut
dari luar kandungan dengan cara memutar posisi kandungan. Prosedur ECV hanya
boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter spesialis kandungan) yang ahli
dalam melakukan prosedur tersebut.Itupun hanya boleh dilakukan di rumah sakit
dalam keadaan emergensi (gawat darurat). Sebelum melakukan prosedur ECV, Bunda
akan dilakukan beberapa pemeriksaan. Diantaranya yaitu: Ultrasonografi (USG)
pemeriksaan kardiotokografi (NST) untuk memantau keadaan janin. Pemeriksaan
laboratorium Pasies diminta untuk buang air kecil untuk mengosongkan kandung
kemih Pemberin obat tokolitik
2.Melakukan Posisi Knee Chest Posisi knee chest
merupakan salah satu cara mengatasi bayi sungsang yang banyak diterapkan.
Posisi knee chest sama seperti dengan melakukan sujud, namun terdapat beberapa
teknik yang harus Bunda ketahui sebelum melakukannya. Posisi Bunda sebaiknya
dalam keadaan duduk sebelum melakukan knee chest, jangan melakukan gerakan
tiba-tiba (dari berdiri kemudian langsung melakukan knee chest).Kemudian
lakukan posisi knee chest dengan posisi kedua siku di tekuk diletakkan di
samping kepala Dada menempel pada matras sehingga posisi bokong lebih tinggi
dan kaki jangan ditutup rapat.
3. Breech Tilt Merupakan salah satu gerakan yang
dapat mengatasi kehamilan aterm. Adapun cara untuk melakukan breech tilt
adalah: Posisi Bunda terlentang Naikan pinggul 12 cm atau 30 cm dari lantai selama 10-15 menit,
Gunakan 3 sampai 4 bantal diletakan pada bagian bokong dan punggung. Upayakan
posisi kaki lebih tinggi daripada kepala Lakukan tiga kali dalam sehari.
Komentar
Posting Komentar