DETEKSI DINI KEHAMILAN GANDA
KEHAMILAN GANDA
1. Pengertian :
Kehamilan ganda adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan
ganda adalah bila proses fertilisasi menghasilkan janin lebih dari satu.
Kehamilan ganda merupakan dimana terdapat dua atau lebih embrio atau janin
sekaligus, kehamilan ganda terjadi apabila dua atau lebih ovum dilepaskan dan
dibuahi atau bila satu ovum yang dibuahi membelah secara dini hingga membentuk
dua embrio yang sama pada stadium massa sel dalam atau lebih awal.
KelainanLetak
1. Letaksungsang
a. Pengertian
Persalinanletaksungsangadalahpersalinanpadabayidenganpresentasibokong
(sungsang) dimanabayiletaknyasesuaidengansumbubadanibu,
kepalaberadapada fundus uteri, sedangkanbokongmerupakanbagianterbawah di
daerahpintuataspanggulatausimfisis (Manuaba, 1988).
Gambar
4.Macam-macamLetakSungsang
Padaletakkepala,
kepala yang merupakanbagianterbesarlahirterlebihdahulu,sedangkanpesalinanletaksungsangjustrukepala
yang merupakanbagianterbesarbayiakanlahirterakhir.
Persalinankepalapadaletaksungsangtidakmempunyaimekanisme “Maulage”
karenasusunantulangdasarkepala yang rapatdanpadat,sehinggahanyamempunyaiwaktu8
menit,
setelahbadanbayilahir.Keterbatasanwaktupersalinankepaladantidakmempunyaimekanismemaulagedapatmenimbulkankematianbayi
yang besar.
2. Etiologi
Kehamilaninidipengaruhiolehbeberapa factor;
Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah : bangsa, umur dan paritas sering
mempengaruhi kehamilan 2 telur
2.
Factor umur dan faritas
a. Untuk peningkatan usia sampai sekitar 40 tahun atau paritas sampai dengan 7,
frekuensi kehamilan ganda akan meningkat.
b. Kehamilan ganda dapat terjadi kurang dari sepertiga pada wanita 20 tahun
tanpa riwayat kelahiran anak sebelumnya, bila dibandingkan dengan wanita yang
berusia diantara 35-40 tahun dengan 4 anak atau lebih.
c. Di Swedia, petterson dkk (1976), memastikan peningkatan yang nyata pada
angka kehamilan ganda yang berkaitan dengan meningkatnya paritas.
d. Dalam kehamilan pertama, frekuensi janin kembar adalah 1,3% dibandingkan
dengan kehamilan ke-4 sebesar 2,7%.
3. Factor
Keturunan
4. Factor nutrisi
a. Nylander (1971) mengatakan bahwa peningkatan kehamilan ganda berkaitan
dengan BB ibu. Ibu yang lebih tinggi dan berbadan besar mempunyai resiko hamil
ganda sebesar 25-30% dibandingkan dengan ibu yang lebih pendek dan berbadan
kecil.
b. McGillivray (1986) juga memaparkan bahwa kehamilan dizigotik lebih sering
ditemui pada wanita berbadan besar dan tinggi dibandingkan pada wanita pendek
dan bertubuh kecil.
5. Factor terapi infertilitas
a. Induksi ovulasi dengan menggunakan FSH plus chorionic gonadrotopin atau
chlomiphene citrate menghasilkan ovulasi ganda.
b. Insiden kehamilan ganda seiring penggunaan gonadotropin sebesar 16-40%,75%
kehamilan sengan dua janin. (Schenker, 1981)
c. Tuppin dkk (1993) melaporkan dari Prancis, insiden persalinan gemelli dan
triplet terjadi karena induksi ovulasi terapi human menopause gonadrotopin (hMG).
d. Faktor resiko untuk kehamilan ganda setelah ovarium distimulasi denganh hMG
berpengaruh terhadap peningkatan jumlah estradiol dan injeksi chorionic
gonadrotopin pada saat bersamaan akan berpengaruh terhadap karasteristik
sperma, meningkatkan konsentrasi dan motilitas sperma. (Dickey, 1992)
e. Induksi ovulasi meningkatkan insiden kehamilan ganda dizigotik dan
monozigotik.
6. Factor assistend reproductive technology (ART)
a. Tekhnik ART didesain untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan, dan juga
meningkatkan kemungkinan kehamilan ganda. Pasien pada kasus ini, pembuahan
dilakukan elalui teknik fertilisasi in vitro dengan melakukan seleksi terhadap
ovum yang benar-benar berkualitas baik, dan dua dari empat embrio ditransfer
kedalam uterus.
b. Pada umumnya, sejumlah embrio yang ditransfer kedalam uterus maka sejumlah
itulah akan beresiko kembar dan meningkatkan kehamilan ganda.
Jenis-jenisdarikehamilanganda
1. Kehamilankembarmonozigotik
Merupakankehamilanganda yang berasaldarisatu ovum yang dibuahidanmembelahsecaradinidanmembentukduaembrio
yang sama, kehamilaninijugadisebuthamilkembaridentikatauhamilkembar homolog
atauhamilkembaruniovuler, karenaberasaldarisatu ovum.
Cirri-cirinyaadalah
a. Jeniskelaminsama
b. Rupanyasama/ memiikiwajah yang sama (sepertibayangan)
c. Golongandarahsama, cap kaki dantangansama
d. Sebagianataukira-kira 1/3 kehamilankembaradalahmonozigotik, mempunyai 2
amnion, 2 karion, dan 2 plasenta; kadang-kadang 2 plasentamenjadi 1.
Keadaaninitidakdapatdibedakandengankembardizigotik. 2/3 mempunyai 1 plasenta, 1
korion, danatau 2 amnion.
Padakehamilankembarmonoamniotikkematianbayimasihsangattinggi.
e.
Padakembarmonozigotikdapatterjadikelainanpertumbuhansepertikembarsiamdaninsidenkelainanmalformasimasihtinggi.
2. Kehamilankembardizigotik
Merupakankehamilanganda yang berasaldari 2 ataulebih ovum yang telahdibuahi,
sebagianbesarkehamilangandaadalahdizigotikataukehamilankembar fraternal.
Cirri-cirinyaadalah :
a. Jeniskelamindapatsamaatauberbeda
b. Persamaansepertiadikkakak
c. Golongandarahtidaksama
d. Cap tangandan kaki tidaksama
e. Sebagianataukira-kira 2/3 kehamilankembaradalahdizigotik yang mempunyai 2
plasenta, 2 koriondan 2 aamniondan 2 amnion,2 korion, 1 plasenta.
3. KembarSuperkundasi
Kembariniterjadikarenapembuahanduaseltelurataulebiholehspermadalamsiklushaid
yang samadarihubunganseks yang berbedawaktu. Denganbegitu,
sangatmungkinjikaadaduapria yang menghamilisatuwanitadanmenghasilkanbayikembar
fraternal.Jadi, masing-masingpriaitumenghasilkansatubayi yang tumbuhbersama di
rahimsatuwanita, danakanlahir di waktu yang sama.
Istilahlebihtepatnyaadalahheteropaternalsuperfekundasi.
4. KembarSuperfetasi
Padakasusini, janinbaruterbentukketika di
dalamrahimsudahadajanindaripembuahansebelumnya.Memanghampirsamadengankembar
fraternal, hanyasajakembarsuperfetasiberasaldariduaseltelurdarisiklushaid yang
berbeda. Saatperiksakandunganbisaterlihatkalauduajanininimemilikiperkembangan
yang berbeda
3. Tanda
Dan Gejala Yang Mengindikasikan Kehamilan Kembar
Tandadangejalakehamilanganda
a. Ukuran uterus,
tinggi fundus uterus (TFU) danlingkar abdomen melebihiukuran
yangseharusnyauntukusiakehamilanakibatpertumbuhan
uterus yang pesat
pada trimester dua.
b.
Mualdanmuntahberat (akibatpeningkatankadarHCg)
c.
Adanyariwayatkembardalamkeluarga
d.
Riwayatpenggunaanobatpenyuburseltelur
e. Padapalpasi
abdomen didapatkantigaataulebihbagianbesardan/ataubanyak
bagiankecil yang
semakinmudahdirabaterutama trimester ketiga
f.
Padaauskultasiditemukanlebihdarisatubunyidenyutjantungjanin yang jelas
berbeda
(berbeda>10 denyutjantung per menitdanterpisahdarijantungibu).
4. Komplikasi Kehamilan Gemelli
Dibandingkan
dengan kehamilan tunggal, kehamilan multipel lebih mungkin terkait dengan
banyak komplikasi kehamilan. Komplikasi obstetrik yang sering didapatkan pada
kehamilan kembar meliputi polihidramnion, hipertensi yang diinduksi oleh
kehamilan ketuban pecah dini, presentasi janin abnormal, dan prolaps tali
pusat. Secara umum, komplikasi tersebut dapat dicegah dengan perawatan
antenatal yang baik
Menurut Hartono, dkk (2006:852-897) beberapa
komplikasi yang dapat terjadi pada janin yang dilahirkan pada kehamilan kembar
diantaranya adalah:
a. Prematuritas Janin dari kehamilan multipel
cenderung dilahirkan preterm dan kebanyakan memerlukan perawatan pada neonatal
intensive care unit (NICU). Sekitar 50 persen kelahiran kembar terjadi sebelum
usia kehamilan 37 minggu. Lamanya kehamilan akan semakin pendek dengan
bertambahnya jumlah janin di dalam uterus. Sekitar 20% bayi dari kehamilan
multipel merupakan bayi dengan berat lahir rendah.
b. Hyalin Membrane Disease (HMD) Bayi kembar yang
dilahirkan sebelum usia kehamilan 35 minggu dua kali lebih sering menderita HMD
dibandingkan dengan bayi tunggal yang dilahirkan pada usia kehamilan yang sama.
HMD atau yang dikenal sebagai Respiratory Distres Syndrom (RDS) adalah penyebab
tersering dari gagal nafas pada bayi prematur. Terjadi segera setelah atau
beberapa saat setelah bayi lahir. Ditandai dengan sukar bernafas, cuping
hidung, retraksi dinding dada dan sianosis yang menetap dalam 48-96 jam pertama
kehidupan. Prevalensi HMD didapatkan lebih tinggi pada kembar monozigotik
dibandingkan dengan kembar dizigotik. Bila hanya satu bayi dari sepasang bayi
kembar yang menderita HMD, maka bayi kedua lebih cenderung menderita HMD
dibandingkan dengan bayi pertama.
c. Asfiksia saat Kelahiran/Depresi Napas Perinatal
Bayi dari kehamilan multipel memiliki peningkatan frekuensi untuk mengalami
asfiksia saat kelahiran atau depresi perinatal dengan berbagai sebab. Prolaps
tali pusat, plasenta previa, dan ruptur uteri dapat terjadi dan menyebabkan
asfiksia janin. Kejadian cerebral palsy 6 kali lebih tinggi pada bayi kembar
dua dan 30 kali lebih sering pada bayi kembar tiga dibandingkan dengan janin
tunggal. Bayi kedua pada kehamilan kembar memiliki resiko asfiksia saat lahir/dpresi
napas perinatal lebih tinggi.
d. Infeksi Streptococcus group B Infeksi onset cepat
Streptococcus group B pada bayi berat lahir rendah adalah 5 kali lebih tinggi
dibandingkan dengan bayi yang dilahirkan tunggal dengan berat badan yang sama.
e. Vanishing Twin Syndrome Kemajuan teknologi
ultrasonografi memungkinkan dilakukannya studi sonografik pada awal gestasi
yang memperlihatkan bahwa insiden kembar trimester pertama jauh lebih tinggi
daripada insiden kembar saat lahir. Kehamilan kembar sekarang diperkirakan
terjadi pada 12 persen di antara semua konsepsi spontan, tetapi hanya 14 persen
di antaranya yang bertahan sampai aterm. Pada sebagian kasus, seluruh kehamilan
lenyap, tetapi pada banyak kasus, satu janin yang meninggal atau sirna (vanish)
dan kehamilan berlanjut sebagai kehamilan tunggal. Pada 21-63%konsepsi kembar
meninggal atau sirna (vanish) pada trimester kedua. Keadaan ini dapat
menyebabkan kelainan genetik atau kelainan neurologik/defek neural tube pada
janin yang tetap bertahan hidup.
f. Kelainan Kongenital/Akardia/Rangkaian Perfusi Balik
Arteri pada Janin Kembar (twin reverse-arterial-perfusion/TRAP) Pada plasenta
monokorionik, vaskularisasi janin biasanya tergabung, kadang-kadang amat
kompleks. Anastomosis vaskular pada plasenta monokorionik dapat dari arteri ke
arteri, vena ke vena atau arteri ke vena. Biasanya cukup berimbang dengan baik
sehingga tidak ada salah satu janin yang menderita. Pada TRAP terjadi pirau
dari arteri ke arteri plasenta, yang biasanya diikuti dengan pirau vena ke
vena. Tekanan perfusi pada salah satu kembar mengalahkan yang lain, yang
kemudian mengalami pembalikan aliran darah dari kembarannya. Darah arteri yang
sudah terpakai dan mencapai kembar resipien cenderung mengalir ke
pembuluh-pembuluh iliaka sehingga hanya memberi perfusi bagian bawah tubuh dan
menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan tubuh bagian atas. Gangguan
atau kegagalan pertumbuhan kepala disebut akardius asefalus. Kepala yang tumbuh
parsial dengan alat gerak yang masih dapat diidentifikasi disebut akardius
mielasefalus. Kegagalan pertumbuhan semua struktur disebut akardius amorfosa.
g. Twin-to-twin Transfusion Syndrome Darah
ditransfusikan dari satu kembaran (donor) ke dalam vena kembaran lainnya
(resipien) sedemikian rupa sehingga donor menjadi anemik dan pertumbuhannya
terganggu, sementara resipien menjadi polisitemik dan mungkin mengalami
kelebihan beban sirkulasi yang bermanifestasi sebagai hidrops fetalis. Menurut
ketentuan, terdapat perbedaan hemoglobin 5 g/dl dan 20% berat badan pada
sindrom ini. Kematian kembar donor dalam uterus dapat mengakibatkan trombus
fibrin di seluruh arteriol yang lebih kecil milik kembar resipien. Hal ini
kemungkinan diakibatkan oleh transfusi darah yang kaya tromboplastin dari janin
donor yang mengalami maserasi. Kembar yang bertahan hidup mengalami koagulasi
intravaskular diseminata.
h. Kembar Siam Apabila pembentukan kembar dimulai
setelah cakram mudigah dan kantung amniom rudimenter sudah terbentuk dan
apabila pemisahan cakram mudigah tidak sempurna, akan terbentuk kembar
siam/kembar dempet.
Terdapat
beberapa jenis kembar siam, yaitu:
1) Thoracopagus, bila kedua tubuh bersatu di bagian
dada (30-40%). Jantung selalu terlibat dalam kasus ini. Bila jantung hanya
satu, harapan hidup baik dengan atau tanpa operasi adalah rendah.
2) Omphalopagus, bila kedua tubuh bersatu di bagian
perut (34%). Umumnya masing-masing tubuh memiliki jantung masing-masing, tetapi
kembar siam ini biasanya hanya memiliki satu hati, sistem pencernaan, dan
organ-organ lain.
3) Xyphopagus, bila kedua tubuh bersatu di bagian
xiphoid cartilage.
4) Pyopagus (iliopagus), bila bersatu di bagian
belakang (19%).
5) Cephalopagus/craniopagus, bila bersatu di bagian
kepala dengan tubuh terpisah.
i. Intra Uterine Growth Retardation (IUGR) Pada
kehamilan kembar, pertumbuhan dan perkembangan salah satu atau kedua janin
dapat terhambat. Semakin banyak jumlah janin yang terbentuk, maka kemungkinan
terjadinya IUGR semakin besar.
5. Pencengahandalam
Kehamilan
Untuk kepentingan ibu dan janin perlu diadakan
pencegahan terhadap pre-eklamsia dan eklamsia, partus prematurus dan anemia.
Pemeriksaan antenatal perlu diadakan lebih sering. Sehingga tanda-tanda
pre-eklamsia dapat diketahui dini dan penanganan dapat dikerjakan dengan
segera. Menurut Varney (2004:661) pemeriksaan antenatal dapat dilakukan antara
lain:
a. Pemeriksaan
kehamilan setiap 2 minggu pada usia kehamilan 34 – 36 minggu
b. Pemeriksaan kehamilan setiap minggu pada usia
kehamilan >36 minggu 28
c. Pertumbuhan janin dipantau dengan USG setiap 3 – 4
minggu yang dimulai pada usia kehamilan 20 minggu Istirahat baring dianjurkan
lebih banyak karena hal itu menyebabkan aliran darah ke plasenta meningkat,
sehingga pertumbuhan janin lebih baik. Penanganan dalam Kehamilan Mochtar
(2012:264) 1) Perawatan prenatal yang baik untuk mengenal kehamilan kembar dan
mencegah komplikasi yang timbul, dan bila diagnosis telah ditegakkan
pemeriksaan ulangan harus lebih sering (1× seminggu pada kehamilan lebih dari
32 minggu) 2) Setelah kehamilan 30 minggu, koltus dan perjalanan
jauh sebaiknya dihindari, karena akan merangsang partus prematurus. 3)
Pemakaian korset gurita pada perut yang tidak terlalu ketat diperbolehkan,
supaya terasa lebih ringan. 4) Periksa darah lengkap, Hb, dan golongan darah.
Komentar
Posting Komentar